C-Fest Night.
Kau pintar buat aku rindu~~
Kau buatku tergila-gila, sayangkuuu~~~
Ini bukan yang pertama tapi ini paling menarik~~
Lantunan lagu yang dinyanyikan sang bintang tamu malam ini sanggup membuat penonton bernyanyi bersama, termasuk Luna. Gadis itu benar-benar terlihat menikmati acara yang diadakan kampusnya itu malam ini. Walaupun tubuhnya yang mungil itu harus berjinjit, Luna tetap bersemangat bernyanyi hingga ia melupakan eksistensi lelaki di sampingnya. Sedangkan Lelaki tampan berkemeja kotak-kotak di sampingnya itu, tak kunjung usai menatap Luna.
Hingga Luna tersadar akan tatapan Hamdan padanya, “Penampilan gue aneh ya?”
“HAH??” Suara keras musik dari atas panggung nampaknya menghambat komunikasi keduanya.
“PENAMPILAN GUE ANEH YA??” Tanya Luna dengan suara lantang, kali ini.
“NGGAA!! LUNA CANTIK BANGET MALEM INI!!” Seru Hamdan dengan keras.
Sang penanya pun kini tersenyum tak karuan. Andai ini siang hari, pasti rona wajahnya terlihat jelas kini.
“Lun minggir yuk! Gue mau beli minum!” Hamdan berbisik pada telinga Luna. Luna mengangguk tanda setuju. Hamdan kemudian menarik tangan Luna yang mungil itu di tengah keramaian.
***
“Huhhhh akhirnya bisa duduk juga,” keluh Hamdan. “Iya deh serius, gue ngga pernah liat C-Fest serame ini, dari tadi kalo ngga lo pegangin mungkin gue udah keinjek,” keluh Luna balik. Hamdan terkekeh mendengar keluhan Luna. Hamdan kemudian menyeruput minuman yang ada di depannya. Namun, tatapannya tak terlepas sedikitpun dari wajah Luna.
Dipandangnya wajah Luna yang bulat kecil itu. Senyumnya manis dan matanya yang senantiasa berbinar menghiasi wajah Luna. Bibir Luna yang tipis dan dipoles lipstick warna natural menambah indahnya wajah Luna hari ini.
“Lun?” Hamdan buka suara. “Hmm??” Luna menanggapi panggilan dari Hamdan, lalu menyeruput thai tea di depannya. “Gue mau nanya sesuatu, boleh?” tanya Hamdan ragu. “Boleh,” jawab perempuan itu singkat.
“Kalau semisal, gue mau kita lebih dari ini lo mau ngga?” tanya Hamdan lagi. “Maksudnya?” yang ditanya malah bingung. “Yaaaa, kalo lo mau, *I'm yours and you are mine? How?” jelas Hamdan percaya diri. “Pacaran??” tanya Luna to the point. Hamdan mengangguk dengan penuh yakin. Luna diam membeku seakan bingung apa yang terjadi barusan.