C-Fest Night.

“Penampilan gue aneh ya?”

“HAH??”

“PENAMPILAN GUE ANEH YA??”

“NGGAA!! LUNA CANTIK BANGET MALEM INI!!”

Sang penanya pun kini tersenyum tak karuan. Andai ini siang hari, pasti rona wajahnya terlihat jelas kini.

“Lun minggir yuk! Gue mau beli minum!” Hamdan berbisik pada telinga Luna. Luna mengangguk tanda setuju. Hamdan kemudian menarik tangan Luna yang mungil itu di tengah keramaian.

***

“Huhhhh akhirnya bisa duduk juga,” keluh Hamdan. “Iya deh serius, gue ngga pernah liat C-Fest serame ini, dari tadi kalo ngga lo pegangin mungkin gue udah keinjek,” keluh Luna balik. Hamdan terkekeh mendengar keluhan Luna. Hamdan kemudian menyeruput minuman yang ada di depannya. Namun, tatapannya tak terlepas sedikitpun dari wajah Luna.

Dipandangnya wajah Luna yang bulat kecil itu. Senyumnya manis dan matanya yang senantiasa berbinar menghiasi wajah Luna. Bibir Luna yang tipis dan dipoles gincu warna natural menambah indahnya wajah Luna hari ini.

“Lun?” Hamdan buka suara. “Hmm??” Luna menanggapi panggilannya, lalu menyeruput thai tea di depannya. “Gue mau nanya sesuatu, boleh?” tanya Hamdan ragu. “Boleh,” jawab perempuan itu singkat.

“Kalau semisal, gue mau kita lebih dari ini lo mau ngga?” tanya Hamdan lagi. “Maksudnya?” yang ditanya malah bingung. “Yaaaa, kalo lo mau, *I'm yours and you are mine? How?” jelas Hamdan percaya diri. “Pacaran??” tanya Luna to the point. Hamdan mengangguk dengan penuh yakin. Luna diam membeku seakan bingung apa yang terjadi barusan.